• Avatar (2009 film)

    James Cameron's epic motion picture, Avatar - in cinemas December 18th worldwide. In the epic action adventure AVATAR, James Cameron, the director of "Titanic," takes us to a spectacular new world beyond our imagination. On the distant moon Pandora, a reluctant hero embarks on a journey of redemption and discovery as he leads a heroic battle to save a civilization. [...]

  • 2012 Movie

    The film briefly references Mayanism, the Mesoamerican Long Count calendar, and the 2012 phenomenon in its portrayal of cataclysmic events unfolding in the year 2012. Because of solar flare bombardment the Earth's core begins heating up at an unprecedented rate, eventually causing crustal displacement. This results in an onslaught of Doomsday event scenarios plunging [...]

  • I am Legend Movie

    The film briefly references Mayanism, the Mesoamerican Long Count calendar, and the 2012 phenomenon in its portrayal of cataclysmic events unfolding in the year 2012. Because of solar flare bombardment the Earth's core begins heating up at an unprecedented rate, eventually causing crustal displacement. This results in an onslaught of Doomsday event scenarios plungingThe novel's main character is Robert Neville, apparently the sole survivor of a pandemic the symptoms of which resemble vampirism. The author details Neville's [...]

  • Transformer Movie

    Transformers is a 2007 live-action-thriller film adaptation of the Transformers franchise, directed by Michael Bay and written by John Rogers, Roberto Orci and Alex Kurtzman. It stars Shia LaBeouf as Sam Witwicky, a teenager involved in a war between the heroic Autobots and the evil Decepticons, two factions of alien robots who can disguise themselves by transforming into everyday machinery. The Decepticons desire control of the All Spark, the object that created their robotic race, with the intention of using it to build [...]

  • Max Payne Game

    Max Payne is a BAFTA award winning[1] third-person shooter video game developed by Finnish Remedy Entertainment, produced by 3D Realms and published by Gathering of Developers in July 2001 for Windows. Ports later in the year for the Xbox, PlayStation 2 and the GameBoy Advance were published by Rockstar Games. A Macintosh port was published in July 2002 by MacSoft in[...]

Senin, 12 April 2010

KKG2 SIMPANG ULIM ACEH TIMUR

0

oleh: Ridlwan Guru MIN Madat
Posted By: Shulfan (DLC Aceh TIMUR)

Dengan Bismillah Lon Mula Kalam
Pujoe Keu Tuhan po lon Rabbana
Krue seumangat rahmat meugudang
Ka tanyoe jelang KKG Dua

Nabacut haba kesan dan pesan
Tentang Khabaran KKG kita
KKG satu ka terlewatkan
Peunoh ngon kesan ria dan suka

Toe dengon jioh baroh selatan
Meusapat kenan Aula SD Sa
Dari SD Sa tambah SD Blang
SD Bantayan MIN Lampoh Raya

MIN Pucok Alue pih katroh datang
SD Seunong Blang pih katroh teuka
SD Pucok Alue ban dua datang
Ambil bagian dalam acara

Sok baje puteh rok luweu itam
Sang prajabatan diklat di Banda
Sang linto baro jak mumat tangan
Lam pernikahan di kanto KUA

Keu Bapak Tutor pih cukop simban
Dapat latihan di kota Banda
Sa Bapak Munawir yang raya badan
Kulet jom itam meukaca mata

Oek gobnyan paneuk sang-sang cit catam
Lom mantoeng lajang goh na yang punya
Menyoe na hajat jeut tiek lamaran
Boh yang perawan ato pih janda
Soal seulangke bahle lon tuan
Menyoe geukheun han mekham lon tampa
Tutor kedua nama Pak Shulfan
Badan geuh seudang janggot bacut na

Gobnyan S2 ka pendidikan
Khusus jurusan matematika
Tapi status hana lee lajang
Daknya prasaan neusimpan teuma

Bapak Jaimus keu lhee lom teuman
Memang jempolan bidang kinerja
Nyoe postur tubuh pijeut ngon panyang
Dengoen lon tuan nomor that sama

Sinan keuh tanda yakin kerjaan
Jiprah pikiran badan meurana
Bapak Zulkarnaen dilikot bak nyan
Ulee cemerlang bah mantoeng muda

Di Madat City keuno geudatang
Jak ba sumbangan Matematika
Ibu Muliati pih kebagian
Geubri Bimbingan keu tanyoe dumna

Bah tanyoe hanjeut gob nyan han bosan
Likot ngon deupan sare geuputa
Soal materi biet menyenangkan
Peunoh tantangan serius dan tawa

Na teta-teki na permainan
Na cit selingan na olah raga
Bak jeum poh siploh katroh makanan
Dua boh timphan saboh aqua
Watee isoma ka teuka hidang
Aleuh sembahyang ta lanjut teuma
Matri kematri bahan keu bahan
Sampo troh datang akhe acara

Wate meuruno macam piasan
Na ketiduran na cit yang jaga
Soai anggota yang menyedihkan
Niet ureng agam banyak wanita

Agam na limoeng inoeng dua nam
Yang laen bak nyan saleh cit hoeka
Leh ka u kanto leh jak meudagang
Leh leupah u blang leh ka lam paya

Saleh di rumoh mantoeng bak tilam
Karna hek beuklam leu that keurija
Didalam lubok keube keu mubang
Di cong rangkang blang sinyak meudoda

Program DBE kon mayang-mayang
Kana dukungan mandum lembaga
Dari Agama bak Kementrian
Dinas Pendidikan serta Pemuda

Bak Bapak Saiful got taht sambutan
Laen nibak nyan Bapak Armia
Di Bapak Shafri pih hana diam
Troh u Langkahan geu ireng serta

Bah u Blang Seunong leik that jalan
Geu ireng sajan troh Sarah Gala
Sinan Keuh tanda na kemajuan
Karna ureng nyan kon ngomong saja
Dilanget manyang meutabu bintang
Malam menjelang buleuen purnama
Syukur that tanyoe dapat latihan
Hana bayaran cit Cuma-Cuma

Malah oh tawoe lom geupereugam
Asoe di dalam enam dan lima
Tahitung-hitung cukup lumayan
Siuroe gajian golongan dua

Cuma na bacut lon bri peunesan
Peu mantoeng keusan yang ta terima
Bek sinoe kubah ta bawa pulang
Tanyoe terapkan dalam sikula

Yang lebeh-lebeh cok keu pedoman
Yang kurang-kurang sisip tamita
Nyoe murid caroeng tanyoe pih senang
Gob bri pujian ngon suka cita

Laen nibaknyan pahla bak Tuhan
Uroe kemudian tanyoe terima



Simpang Ulim, 31 Maret 2010


Senin, 29 Juni 2009

MODEL dan STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

0

Shulfan, S. Ag*
(*Guru Matematika MTsN Madat A. Timur dan
Mahasiswa Pasca Sarjana UGM Yogyakarta)

Pendidikan adalah upaya sadar yang dilakukan agar peserta didik atau siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Agar siswa dapat mencapai tujuan pendidikan tersebut, diperlukan wahana sebagai kenderaan. Pembelajaran matematika adalah kegiatan pendidikan yang menggunakan matematika sebagai wahana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam proses belajar mengajar mencakup beberapa aspek dan metode pengajaran yang sudah dikembangkan oleh para pakar dan ahli.
Tujuan utama penyelenggaraan proses belajar mengajar adalah pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru memegang peranan penting untuk pencapaian tujuan tersebut, termasuk didalamnya dengan segala macam metode yang dikembangkannya. Maka yang berperan sebagai pengajar berfungsi sebagai pemimpin belajar dengan ilmu manajemenya, sedangkan siswa berperan sebagai pelajar atau individu yang belajar.
Usaha guru dalam mengatur dan memanej kelas serta menggunakan berbagai variabel pengajaran merupakan bagian penting dalam keberhasilan siswa mencapai tujuan. Karena itu pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang berlandaskan upaya memberikan bimbingan kepada siswa. Dari sini terrefleksi bahwa belajar tidak semata-mata berorientasi kepada hasil, melainkan juga berorientasi kepada proses. Dengan proses yang berkualitas akan memperoleh hasil yang berkualitas pula.
Disamping faktor guru, faktor siswa juga sangat penting dalam proses pembelajaran. Karena salah satu hakekat pembelajaran adalah terjadinya perubahan tingkah laku seseorang dengan adanya pengalaman. Perubahan itu akan memberikan hasil yang optimal jika perubahan itu memang dikehendaki oleh yang belajar, makna bagi siswa (menurut Ausubel) proses aktif dari orang yang belajar dalam rangka mncapai tujuan.

A. PROSES PEMBELAJARAN
Proses belajar adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antara sesama siswa dalam proses pembelajaran. Pengertian interaksi mengandung unsur saling memberi dan menerima. Dalam interaksi belajar mengajar ditandai sejumlah unsur:
a. Tujuan yang ingin dicapai
b. Siswa, guru dan sumber belajar lainnya
c. Bahan pelajaran
d. Metode yang digunakan untuk menciptakan situasi belajar mengajar.
Hakekat belajar adalah suatu proses perubahan sikap, tingkah laku, dan nilai setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar ini selain guru dapat berupa buku, lingkungan, Teknologi Informasi dan komunikasi atau sesama pembelajar (sesama siswa). Sedangkan istilah mengajar dalam pengertian di atas adalah kegiatan dalam menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar. Dengan demikian mengajar tidak harus merupakan proses tranformasi pengetahuan dari guru kepada siswa. Proses itu merupakan proses pembelajaran. Tugas guru adalah menciptakan situasi siswa belajar. Berbagai pandangan tentang bagaimana belajar harus terjadi telah dilontarkan para ahli.
Menyangkut belajar aktif (Piaget) tidak menunjuk hanya pada aksi luar yang ditunjukkan siswa. Ia mencontohkan yang digunakan oleh Socrates yaitu dengan metode Socratik (utamanya tanya jawab) untuk mengkondisikan siswa dalam situasi aktif mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Tugas guru adalah mengungkap apa yang telah dimiliki siswa dan dengan penalarannya dapat bertanya secara tepat pada saat yang tepat pula sehingga siswa mampu membangun pengetahuannya melalui penalaran berdasar pengetahuan awal yang dimiliki siswa tersebut. Bahkan jawaban benar bukan tujuan utama. Yang utama ialah bagaimana siswa dapat memperkuat penalaran dan meyakini kebenaran proses berpikirnya yang tentunya akan membawa ke jawaban yang benar. Hal ini selaras dengan : “penilaian yang berprinsip menyeluruh”, yaitu penilaian yang mencakup proses dan hasil belajar, yang secara bertahap menggambarkan perubahan tingkah laku. Menurut As’ari (2000) perilaku pembelajaran matematika yang diharapkan seharusnya adalah sebagai berikut:
1. Pemberian informasi, perintah dan pertanyaan oleh guru mestinya hanya sekitar 10 sampai dengan 30 %, selebihnya berasal dari siswa.
2. Siswa mencari informasi, mencari dan memilih serta menggunakan sumber informasi.
3. Siswa mengambil inisiatif lebih banyak.
4. Siswa mengajukan pertanyaan.
5. Siswa berpartisipasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
6. Ada penilaian diri dan ada penilaian sejawat.
Dengan demikian pembelajaran matematika yang bermutu akan terjadi jika proses belajar yang dialami siswa dan proses mengajar yang dialami oleh guru adalah efektif. Dalam penilaian, efektifitas proses belajar mengajar haruslah ditinjau keefektifan komponen yang berpengaruh dalam PBM. Misalnya siswanya termotivasi untuk belajar, materinya menarik, tujuannya jelas, dan hasilnya dapat dirasakan manfaatnya. Untuk memperoleh hasil belajar matematika yang optimal perlu didukung oleh kerangka umum kegiatan belajar yang mendukung berlangsungnya proses belajar, yang dikenal sebagai struktur pengajaran matematika.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran matematika yang diterapkan sekarang masih banyak yang menggunakan metode tradisional dengan menggunakan metode tunggal yaitu ekspositori dengan dilevery method, memposisikan guru sebagai pelaku utama dan siswa terposisi sebagai peserta didik yang pasif (Marsigit, 2007). Dengan asumsi ingin memberi bekal materi sebanyak-banyaknya kepada siswa, maka pada pembelajaran tradisional, guru terpaksa melakukan berbagai kegiatan kontrol agar siswa bersikap kooperatif dan memperhatikan guru. Kontrol dilakukan melalui berbagai cara bahkan jika perlu guru mengajukan pertanyaan sekalipun. Hal ini disebabkan karena belum memahaminya paradigm pendidikan sebagai kebutuhan siswa, disamping itu guru juga belum mampu mengembangkan skema pembelajaran untuk melayani berbagai jenis kebutuhan akademik siswa.

B. PENYAJIAN MATERI PELAJARAN
1. Pembelajaran Secara Kelompok
Pembelajaran secara kelompok merupakan pembelajaran yang dalam proses belajarnya siswa dikelompokkan pada beberapa kelompok sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar. Belajar kelompok terutama ditujukan untuk mengembangkan konsep pokok / sub pokok bahasan yang sekaligus mengembangkan aktifitas sosial siswa, sikap dan nilai. Pembelajaran kelompok cenderung banyak digunakan dalam pembelajaran dengan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA). Misalnya dengan kegiatan diskusi, penelitian sederhana (observasi), pemecahan masalah serta metode lain yang memungkinkan sesuai dengan tujuan dan karakteristik materi dalam belajar secara kelompok. Kesempatan siswa untuk membina rasa tanggung jawab, rasa toleransi, peluangnya lebih besar akan dapat dikembangkan melalui kegiatan belajar kelompok. Dengan belajar kelompok lebih jauh siswa akan memahami aspek materi pelajaran yang bersifat problematis berdasarkan pokok bahasan maupun berdasarkan aspek sosial nyata.
Secara langsung siswa akan belajar memberikan alternatif pemecahannya melalui kesepakatan kelompok. Dalam pembelajaran kelompok perlu diperhatikan tentang alokasi waktu dengan ketercapaian tujuan pembelajaran. Seringkali pembelajaran kelompok menggunakan waktu yang melebihi dari waktu yang di alokasikan. Untuk itu kegiatan bimbingan dari guru sangat diperlukan.
2. Pembelajaran Secara Perorangan
Pembelajaran perorangan dapat membantu proses belajar mengajar yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu. Untuk melaksanakan kegiatan belajar tersebut, diantaranya guru perlu memiliki kemampuan yang berkenaan dengan: mengkaji hasil prestasi belajar siswa merencanakan, melaksanakan, serta menilai program perbaikan dan pengayaan hasil belajar siswa à melaksanakan kegiatan belajar dalam latihan secara perorangan. Kemampuan tersebut dalam pelaksanaannya perlu dilandasi dengan perhatian, bimbingan, dan motivasi dari guru. Kegiatan belajar perseorangan ditujukan untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan. Program pengayaan perlu diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi atau kemampuan yang melebihi dari teman sekelasnya. Program pengayaan dapat dilaksanakan oleh setiap sekolah yang programnya disesuaikan dengan kondisi siswa dan kondisi sekolah yang bersangkutan.
Sedangkan kegiatan perbaikan (remidial) dilaksanakan untuk membantu siswa yang kurang berhasil atau yang prestasinya dibawah rata-rata teman sekelasnya. Juga program perbaikan disediakan untuk siswa yang ketinggalan pelajarannya karena tidak masuk (tidak hadir) pada saat proses belajar mengajar tersebut berlangsung. Jadi pembelajaran perseorangan pada dasarnya dilandasi oleh prinsip-prinsip belajar tuntas.
Contoh pembelajaran perorangan diantaranya adalah dengan menggunakan paket pengajaran Modul, baik dalam bentuk cetakan maupun CD interaktif. Dengan Modul ini siswa belajar secara perorangan, sehingga memungkinkan sekali siswa dapat maju sesuai dengan kecepatan masing-masing, tidak harus menunggu atau mengejar-ngejar siswa lain seperti halnya pada pembelajaran klasikal.
Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan memperoleh hasil belajar yang maksimal salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah pendekatan PAKEM (Pembelajaran aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Adapun mamfaat bagi siswa adalah:
A = Aktif, siswa aktif
• Bertanya
• Mengemukakan gagasan dan ide
• Mempertanyakan gagasan orang lain
K = Kreatif, siswa dapat
• Merancang/membuat sesuatu
• Menulis/mengarang
E = Efektif, siswa:
• Menguasai ketrampilan yang diperlukan
M = Menyenagkan pembelajaran membuat siswa:
• Berai mencoba dan berbuat
• Berani bertanya
• Berani mengemukakan pendapat
• Berani mempertanyakan gagasan orang lain.

C. BEBERAPA STRATEGI YANG DIGUNAKAN
Metode pemecahan masalah menurut sebagian para ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin yang sudah diketahui sipelaku. Pada saat memecahkan masalah diperlukan strategi jika di gunakan siswa bisa bermamfaat dalam kehidupan nyata mereka. Strategi dimaksud antara lain adalah:
a. Membuat diagram dan mengidentifikasi masalah
Strategi ini berkaitan dengan pembuatan sket atau gambar yang memudahkan untuk memahami masalah dan mempermudah mendapat gambaran umum penyelesaian.
b. Dimulai dengan soal-soal yang sederhana
c. Membuat tabel, utuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran.
d. Menemukan pola, mencari keteraturan untuk menemukan penyelesaian
e. Memperhitungkan setiap kemungkinan
f. Berpikir logis
g. Mencoba-coba, supaya ada gambaran umum dari apa yang diketahui
Disamping hal tersebut diatas, banyak juga siswa tumbuh tanpa menyukai matematika sama sekali (Charles & Laster, 1982). Mereka tidak senang dalam mengerjakan tugas dan merasa bahwa matematika itu sulit, menakutkan, dan tidak semua orang dapat mengerjakannya. Rasa tidak percaya diri ini harus dihilangkan sedini mungkin, dengan melibatkan siswa dalam seluruh kegiatan belajar mengajar agar tumbuh rasa percaya diri dan menghilangkan rasa tidak senang terhadap matematika. Permasalahan seperti ini guru haruslah melakukan investigasi atau penyelidikan kepada siswa merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan siswa untuk mengembangkan pemahaman melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Diawali dengan pemecahan soal-soal yang diberikan guru dan pola ini tidak terstruktur secara ketat yang dalam pelaksanaa mengacu pada berbagai teori investasi.
Flenor membagi kegiatan guru dalam pembelajaran menjadi lima tahap:
1. Apersesi
2. Investigasi
3. Diskusi
4. Penerapan dan
5. Pengayaan


Kamis, 26 Maret 2009

TARI SEUDATI BUDAYA ACEH

0

TARI SEUDATI
(dari Website Aceh Timur)

Seudati merupakan salah satu tari yang sangat digemari oleh masyarakat Aceh Timur. Pada mulanya tarian ini berkembang di Aceh Utara dan Pidie, kemudian diperkenalkan ke Aceh Timur dan diterima oleh masyarakat sebagai tarian khas daerah.

Kata Seudati berasal dari bahasa Arab Syahadatain atau Syahadati yang artinya Pengakuan atau Kalimah Syahadat. Tari ini telah berkembang di Aceh sejak ratusan tahun yang silam dan pada mulanya tidak bernafaskan Islam. Ketika Islam datang tarian ini diisi dengan nilai - nilai Islam sehingga dapat dipakai sebagai media dakwah.
Ciri khas Tari Seudati adalah Heroik, gembira, dan Kebersamaan. Disamping itu tarian ini tidak menggunakan alat musik dan sebagai pengganti para penari membunyikan kertikan jari, hentakan kaki, tepukan dada serta syair - syair yang dilanturkanoleh dua orang narrator yang disebut Aneuk Syahi. Syair - syair pengiring biasanya bertemakan keagamaan atau informasi pembangunan negara. Sewaktu perang Aceh, tari seudati digunakan untuk membakar semangat para pemuda untuk berperang melawan penjajah.

Tari Seudati dimainkan oleh 8 orang yang terdiri dari 1 orang pemimpin yang disebut Syech, 1 orang pembantu Syech, 2 orang pembantu sebelah kiri yang disebut apeetwie dan 1 orang pembantu dibelakang yang disebut apeet bak, serta 3 orang pembantu biasa. Busana tari ini sangat sederhana terdiri dari celana panjang biasa berwarna putih, baju kaos lengan panjang yang ketat dan berwarna putih, kain songket dililit erat disekitar pinggang dan rencong diselipkan di pinggang serta ikat kepala berwarna merah. Tari Seudati Menggambarkan semangat perjuangan, sikap kepahlawanan, keriangan, kelincahan, serta sikap hidup yang dinamis, kegotong royongan dan persatuan.


Minggu, 04 Januari 2009

MATEMATIKA DAN MASA DEPAN

1


Matematika merupakan pelajaran wajib di tingkat jenjang pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, kejuruan maupun di perguruan tunggi. Mengapa tidak, matematika merupak alat untuk pengembangan ilmu pengetahuan lainnya. Jadi antara matematika dan sains lainnya punya hubungan yang tidak bisa dipisahkan.

Departemen Pendidikan Amerika Serikat menyebutkan, pekerja tamatan sekolah menengah dengan kemampuan matematika yang tinggi mempunyai karier yang lebih baik daripada mereka yang memiliki kemampuan matematika rendah (pikiran rakyat/5 januari 2009).

Ini sekaligus menjawab kekhawatiran mahasiswa Jurusan Matematika tentang masa depan karier mereka yang sering disebut-sebut tidak jelas(Dr. Sudrajat, MS) dalam seminar sehari Matematika dengan tema "The Power of Mathematics for All Application".

Maka tidak berlebihan jika kita mengklaim bahwa matematika memegang peranan kunci dalam pembentukan sumber daya manusia yang handal, untuk perkembangan peradaban manusia. Orang yang menguasai ilmu matematika akan memiliki pemikiran kritis, pemecahan masalah, penyampaian gagasan, dan kerja sama yang efektif

Namun tidak hanya menguasai ilmu sebagai alat tetapi seorang matematikawan juga wajib menguasai bahasa. Karena jika tidak, maka sangat mungkin terjadi kesalahan dalam menerjemahkan suatu masalah. Apalagi sebagian besar buku matematika ditulis dalam bahasa asing. Salah satu kelemahan bangsa kita terutama mahasiswa adalah kurangnya menguasai bahasa sehingga ilmu tidak kita dapatkan secara sempurna.

Sementara disisi lain lapangan kerja yang dapat menyerap lulusan Jurusan Matematika antara lain perusahaan jasa seperti perbankan dan asuransi, serta industri teknik seperti elektronika, telekomunikasi, transportasi, dan komputer. Lembaga pendidikan dan pemerintah juga sangat membutuhkan orang-orang dengan kemampuan analisis matematika yang baik. Namun, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi jenis pekerjaan yang memerlukan jasa matematikawan.

Matematikawan sangat diperlukan di perusahaan asuransi sebagai aktuaris, yang merupakan tenaga bisnis profesional yang terampil menerapkan teknik-teknik matematika ke dalam masalah-masalah keuangan. Aktuaris juga berperan dalam menganalisis kaitan antara situasi finansial dan ketidakpastian masa depan karena kesehatan atau usia klien, Tugas lain seorang matematikawan di bidang asuransi adalah menghitung premi, menghitung risk-based capital, biaya pendidikan, dan valuasi cadangan premi.

Untuk menjadi seorang aktuaris yang baik, dibutuhkan penambahan wawasan dengan menempuh jenjang pendidikan lebih lanjut. "Khususnya dalam pengembangan multivariate dan aplikasi proses stokastik ke dalam sistem perhitungan aktuaria.


Senin, 29 Desember 2008

HARAPAN AKAN JADI KENYATAAN

1

Bebicara masalah model dan metode pembelajaran merupakan hal yang selalu jadi perhatian dan pembicaraan kita semua terutama para pendidik,akademisi dan praktisi pendidikan. Hampir disetiap penataran dan diklat yang diselenggaran oleh penyelenggara yang jadi fokus pasti masaalah metode dan model pembelajaran apalagi perubahan paradigma,dari paradigma lama kepada paradigma baru pembelajaran lebih kepada (student centre) yang semuanya bertolak belakang dengan hal-hal pembelajaran lama. Kenapa tidak model dan metodelogi adalah suatu cara atau langkah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan juga sebagai langkah dalam rangka mendidik anak untuk mengembangkan dan menemukan kepribadiannya.
Saya sangat setuju dan sependapat apa yang telah disampaikan oleh Bapak Marsigit tentang model pembelajaran matematika dan sudah menyentuh berbagai komponen baik kepada guru dan kepala sekolah selaku orang lapangan yang mengalami langsung tentang proses pembelajaran disekolah maupaun kepada lembaga yang mencetak kader-kader guru yang potensial juga kepada pemerintah selaku pembuat undang-undang dan kebijakan. Kalau semua itu bisa bersatu padu dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia saya yakin akan lebih mengangkat harkat dan martabat pendidikan kita. Karena selama ini kita masih sangat tertingal jauh dengan Negara-nagara di asia Tenggara apalagi Eropa dan Negara maju lainnya.
Bersamaan dengan itu bangsa Indonesia sedang dihadapi pada fenomena yang sangat dramatis yakni rendahnya daya saing sebagai indikator pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu. United Nation Development Project (UNDP) melaporkan bahwa Indonesia berada pada rangking 108 tahun 1998, rangking 109 tahun 1999, rangking 111 tahun 2004 dari 174 negara yang diteliti. Lebih lagi apa yang dimuat diberita (kompas, 2005) yang menyatakan bahwa separuh dari 2,6 juta guru di Indonesia tidak memiliki kompetensi yang layak untuk mengajar. Itulah kenyataan yang kita hadapi dan yang kita miliki sekarang ini.
Sebenarnya kita masih bisa berpindah dari keterpurukan itu semua, apabila sama-sama saling bekerja sama dan didukung oleh sarana dan keuangan yang memadai penulis yakin kita akan seperti Negara-negara lain yang lebih maju. Yang penting iktikat dan niat baik serta ikhlas akan mengantarkan kita kepada cita-cita luhur bangsa.


Senin, 15 Desember 2008

0


Selasa, 09 Desember 2008

Hal-hal yang penting Untuk Go Internasional

2

Agar mampu bersaing di kancah internasional, dunia pendidikan di Indonesia harus banyak berbenah. Namun sebelumnya, harus dilakukan riset terkait kualitas pendidikan serta mutu lulusannya.

Pesan tersebut disampaikan pakar pendidikan asal South Wales Australia (Dr Louise Fitzgerald) saat menjadi narasumber seminar bertajuk ‘Bring Your Self Into International Standard’ yang diadakan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).

Louise mengatakan, potensi pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan menjadi standar internasional apabila kerjasama tiga aspek yakni; riset atau penelitian, publikasi, serta jurnal educations dilakukan bersamaan.

Saya kira pendidikan di Indonesia mempunyai potensi berbicara di dunia internasional. Namun perlu adanya pengembangan riset terlebih dahulu, katanya.

Selain itu, perlu juga ditingkatkan kurikulum pendidikan sesuai standar internasional dan diimbangi dengan persiapan tenaga pengajar secara khusus.

Selama ini pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk peningkatan sumber daya manusia diantaranya, menyekolahkan guru-guru kejenjang pendidikan yang lebih tinggi terutama guru-guru sekolah dasar yang ijazah diploma semuanya harus memiliki ijazah sarjana begitu juga yang sarjana yang ingin kuliah ke jenjang S2 secara bertahap.

hal itu seiring dengan undang-undang guru yang akan desertifikasi dengan perolehan gaji dua kali lipat dari gaji pokok. jadi guru diharapkan punya kemampuan yang lebih dibidang pengetahuan, pengalaman dan metodelogi pendidikan yang tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat undang-undang dasar 1945.
Disamping itu dengan anggaran pendidikan sudah mencapai 20% itu sangat memungkinkan untuk menigkatkan prestasi pendidikan baik untuk tingkat ASEAN maupun tingkat Eropa dan Amerika.

Disini perlu keyakinan dan keseriusan para pemerintah (pembuat kebijakan) guru-guru dilapangan dan masyarakat dalam mengawasi pendidikan didaerah.
Namun program ini masih belum bisa dikatakan berhasil. Sebab perlu ada peninjauan lagi, agar banyaknya anggaran yang dikeluarkan untuk program ini tidak sia-sia. Oleh karena itu perlu pembahasan lagi yang lebih mendalam, khususnya mengenai teknis dan penilaiannya.




 

MATH EDUCASI and CULTURE Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha